Maruarar Sirait Terus Perjuangkan Swasembada Pangan di Subang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Jumat, 26 Desember 2014, 19:37 WIB
Maruarar Sirait Terus Perjuangkan Swasembada Pangan di Subang
rmol news logo . Subang merupakan salah satu lumbung padi di Jawa Barat. Namun saat ini Subang masih memiliki persoalan karena tidak semua lahan pertanian yang ada bisa dialiri oleh sungai, sehingga di beberapa kawasan baru bisa panen satu kali dalam setahun.

Untuk mengatasi persoalan ini, sudah sejak lama, anggota DPR dari daerah pemilihan Subang, Majelangka, dan Sumedang, yang meraih suara terbanyak dalam Pemilu 2014, Maruarar Sirait, menggunakan beragam cara. Misalnya ia mempertemukan Bupati Subang, Ojang, dengan Menteri Pertanian pada 22 Desember lalu, untuk mengatasi persoalan yang ada.

Hari ini (Jumat, 26/12), Maruarar pun mengisi masa reses dengan mengawal program swasembada pangan tersebut. Ia datang ke Subang untuk menyerap aspirasi rakyat, sekaligus mendampingi Presiden Joko Widodo untuk melihat rencana pembuatan sodetan Tarum Timur di Subang.

Tarum Timur merupakan aliran sungai yang dibuat oleh Presiden Soekarno pada tahun 1965. Dengan aliran sungai dari Jatiluhur ini maka tanah pertanian yang tadinya kering menjadi subur. Rakyat Subang yang sebelumnya mencari mata pencaharian di kabupaten lain pun kembali ke Subang, dan bisa sejahtera dengan mengelola tanah subur yang ada.

Persoalan kini, sungai Tarum Timur hanya mengaliri sebagian tanah pertanian Subang. Bagian lain Subang tetap kering dan tidak mendapat irigasi penuh karena sungai Tarum Timur harus melintasi dulu ke Indramayu, baru kemudian mengaliri Subang di bagian lain.

"Kita berharap sodetan ini terwujud dan bisa meningkatkan produksi pertanian, yang ujungnya meningkatkan kesejahteraan petani dan rakyat Subang secara umum serta kita bisa swasembada pangan," kata Maruarar saat mendapampingi Jokowi.

Dengan sodetan ini, Ara juga berharap beberapa titik di kawasan Pantura bisa menjadi subur. Di antara kawasan itu adalah Pusakajaya, Pusakanegara, Legon Kulon, Compreng dan Pamanukan 

Selain persoalan Sodetan ini, Maruarar juga memperjuangkan bendungan Sadawarna, antara perbatasan Subang dengan Sumedang. Dengan bendungan yang akan diujicoba ini, maka akan ada dua maafaat yang bisa dirasakan masyarakat.

Pertama, meminimalisir banjir sebab aliran sungai dari Jatiluhur bisa ditampung dulu di bendungan Sadawarna. Di saat yang sama, pertanian di Subang, dengan aliran air dari bendungan ini, akan bisa terairi secara penuh dengan konsep irigasi total. Bendungan ini bisa mengaliri 12 ribu hektar lahar pertanian. Sehingga, ke depan, bisa ada tambahan 60 ribu ton padi, dengan panen dua kali dalam satu tahun dan dengan perhitungan setiap satu hektar sawah mampu menghasilkan 5 ton padi.

"Kita akan dorong agar program ini cepat selesai demi kepentingan dan kesejahteraan rakyat," tegas Maruarar.

Sementara itu, Bupati Subang, Ojang, bersyukur harapan masyarakat selama puluhan tahun ini akhirnya bisa terlaksana. Hal ini berkat perjuangan Maruarar Sirait yang tak kenal lelah.

"Pak Ara terus berjuang membawa aspirasi kami. Beliau yang mengkomunikasikan dengan Menteri Pertanian dan Menteri Pekerjaan Umum, hingga Pak Jokowi datang kesini," tutup Ojang. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA