PDIP: Jenderal Bintang 3 Produk Masa Lalu, Lebih Objektif Bintang 2 Jadi KSAL dan KSAU

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Kamis, 11 Desember 2014, 17:07 WIB
PDIP: Jenderal Bintang 3 Produk Masa Lalu, Lebih Objektif Bintang 2 Jadi KSAL dan KSAU
KSAL Marsetio- KSAU Ida Bagus Putu Dunia
rmol news logo Tidak ada persoalan seandainya yang ditunjuk sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSADL) dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) adalah dari perwira tinggi yang saat ini berpangkat jenderal bintang dua.

Hal ini mengingat sudah banyak contoh di mana jenderal bintang dua diangkat jadi KSAL dan KSAU seperti Djoko Suyanto, Imam Sufaat, Sutria Tubagus, dan masih banyak lainnya.

Demikian disampaikan anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Tri Tamtomo saat dihubungi di Jakarta, Kamis (11/12).

Pernyataan tersebut disampaikan menyikapi pergantian KSAU dan KSAL yang tengah berlangsung saat ini usai Laksamana Marsetio pensiun pada 3 Desember 2014 dan KSAU Marsekal TNI Ida Bagus Putu yang akan memasuki masa pensiun Februari 2015 nanti.

"Tidak ada masalah kalau (KSAU dan KSAL) berasal dari bintang dua. Dia naik dulu jadi bintang tiga, kemudian jadi KSAL," ujarnya.

Mantan Pangdam I/Bukit Barisan ini menjelaskan proses pengangkatan jabatan dan penunjukkan posisi di TNI, baik AD, AL, maupun AU, telah melewati prosedur baku. Apalagi bila jabatan bintang tiga yang ada sekarang adalah produk pemerintahan yang lalu. Karenanya akan lebih obyektif bila dari bintang dua.

"Kalau yang dianggap mampu, kapabel, dan akseptabel itu dari bintang dua sekarang, maka kalau sudah ditunjuk (jadi KSAL dan KSAU) tidak akan ada benturan, pasti siap grak, semua akan follow the leader. Para perwira senior akan patuh, loyal, dan hormat. Karena di TNI disiapkan dan dididik seperti itu, harus patuh dan taat kepada pimpinan," sambungnya.

Lebih lanjut, purnawirawan jenderal bintang dua ini meminta Presiden Jokowi untuk mempertimbangkan sosok calon KSAL dan KSAU yang sejalan dengan ide besar Nawa Cita dan Indonesia sebagai negara poros maritim dunia.

"(Calon) harus yang punya konsep, punya kesinambungan dengan visi Nawa Cita, Indonesia sebagai poros maritim dunia, dan renstra pertahanan. Intinya harus sejalan dengan gagasannya Presiden Jokowi," tandasnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Jendral Moeldoko mengaku sudah menyiapkan empat nama calon pengganti KSAL dan KSAU yang akan memasuki masa pensiun dalam waktu dekat ini. Keempat nama tersebut sudah diajukan kepada Presiden Jokowi. Moeldoko membocorkan beberapa calon pengganti kepala staf tersebut. Namun mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu enggan menyebutkan nama-namanya.

"Bocorannya ada yang bintang tiga dan yang bintang dua. Yang bintang dua, biar regenerasinya bagus," tutup Moeldoko. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA