Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Licik dan Penuh Tipu Muslihat, SBY seperti Machiavelli

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Kamis, 11 Desember 2014, 16:40 WIB
Licik dan Penuh Tipu Muslihat, SBY seperti Machiavelli
Niccolo Machiavelli
rmol news logo Mantan Presiden yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrat SBY menerapkan gaya pemikiran filsuf realis asal Italia, Niccolo Machiavelli dalam mengambil kebijakan.

"Ini SBY seperti Machiavelli," tegas Ketua DPP Gerindra Desmond J Mahesa usai diskusi di pressroom DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 11/12).

Pemikiran Machiavelli dalam karyanya The Prince menyiratkan bahwa seorang penguasa yang ingin tetap berkuasa dan memperkuat kekuasaan, harus menggunakan semua tipu muslihat, licik, dan dusta yang dibalut dengan kekejaman penggunaan kekuatan. Buku Machiavelli ini menjadi rujukan para diktator di seluruh dunia untuk melanggengkan kekuasaan.

Desmon menjabarkan, Demokrat di bawah kendali SBY selalu bergerak kemana arah angin membawa keuntungan bagi mereka. Demokrat bergabung dengan KMP saat ada pembagian mengenai jatah pimpinan DPR dan alat kelengkapan dewan (AKD).

Namun kemudian untuk menjaga marwah SBY yang mengeluarkan Perppu Pilkada, Demokrat berubah haluan. Kini partai mercy itu merapatkan barisan ke Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang mendukung Perppu Pilkada.

Pola gerakan SBY dan Demokrat ini seperti bermain dadu, tapi hanya ingin kocokan dadu itu memenangkan mereka. Maka dari itu, Demokrat tidak berani bersikap untuk ikut pemerintah atau di luar.

"Kalau ada menguntungkan dia (Demokrat dan SBY) ikut, kalau nggak ya nggak ikut. Kayak main dadu, kalau sudah pasti menang dia pasang. Ini namanya politik untung terus," tandas Desmond. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA