"Ini SBY seperti Machiavelli," tegas Ketua DPP Gerindra Desmond J Mahesa usai diskusi di pressroom DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 11/12).
Pemikiran Machiavelli dalam karyanya The Prince menyiratkan bahwa seorang penguasa yang ingin tetap berkuasa dan memperkuat kekuasaan, harus menggunakan semua tipu muslihat, licik, dan dusta yang dibalut dengan kekejaman penggunaan kekuatan. Buku Machiavelli ini menjadi rujukan para diktator di seluruh dunia untuk melanggengkan kekuasaan.
Desmon menjabarkan, Demokrat di bawah kendali SBY selalu bergerak kemana arah angin membawa keuntungan bagi mereka. Demokrat bergabung dengan KMP saat ada pembagian mengenai jatah pimpinan DPR dan alat kelengkapan dewan (AKD).
Namun kemudian untuk menjaga marwah SBY yang mengeluarkan Perppu Pilkada, Demokrat berubah haluan. Kini partai mercy itu merapatkan barisan ke Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang mendukung Perppu Pilkada.
Pola gerakan SBY dan Demokrat ini seperti bermain dadu, tapi hanya ingin kocokan dadu itu memenangkan mereka. Maka dari itu, Demokrat tidak berani bersikap untuk ikut pemerintah atau di luar.
"Kalau ada menguntungkan dia (Demokrat dan SBY) ikut, kalau nggak ya nggak ikut. Kayak main dadu, kalau sudah pasti menang dia pasang. Ini namanya politik untung terus," tandas Desmond.
[zul]
BERITA TERKAIT: