Demikian keyakinan Ketua DPP PDI Perjuangan, Maruarar Sirait. Keyakinan Maruarar ini karena didasari berbagai realitas. Realitas pertama, Jokowi maupun SBY adalah trend-setter yang keduanya sama-sama bisa mempengaruhi peta politik. Realitas kedua, Jokowi maupun SBY berpijak pada aspirasi dan kehendak rakyat yang memang mau pilkada langsung.
"Kehendak dan aspirasi rakyat ini tercermin dari berbagai survei, aksi demonstrasi dimana-mana dan juga penyataan-pernyataan para kepala daerah yang juga selama ini dipilih secara langsung," kata Maruarar kepada Kantor Berita Politik
RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 10/12).
Dari sisi aspirasi ini, lanjut Maruarar, Jokowi dan SBY sama-sama meletakkan dasar yang kokoh dalam berpolitik. Dasar itu adalah menyerap dan memperjuangkan kehendak rakyat secara bersama-sama.
"Dasar berpolitik ini juga kokoh sebab dibangun berdasarkan idealisme, bukan karena didasari pragmastisme, atau bagi-bagi kekuasaan dan bagi-bagi jabatan. Idealisme itu adalah menjaga kedaulatan rakyat melalui pilkada langsung," tegas Maruarar.
Realitas lain dari pertemuan Jokowi dan SBY, masih kata Maruarar, adalah dampak pada sikap politik Demokrat dan PAN. Dengan kekuatan partai-partai yang menolak UU Pilkada lewat DPRD, maka dukungan Demokrat dan PAN ini tentu saja akan mengubah peta politik secara signifikan. Dan tentu saja juga, partai lain juga tak akan mau ketinggalan arus besar mendukung pilkada langsung, yang sekali lagi, merupakan kehendak rakyat.
Selain itu, Ara, begitu Maruarar disapa, yang juga anggota Komisi XI DPR, juga menilai pertemuan antara Jokowi dan SBY ini akan sangat berdampak pada stabilitas ekonomi. Lebih jauh, maka ini akan berdampak pada iklim usaha yang bagus, dan ujungnya kehidupan rakyat akan bisa lebih baik.
[ysa]
BERITA TERKAIT: