Denny JA Beberkan Alasan Mengapa Akhirnya ARB Dukung Pilkada Langsung

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 10 Desember 2014, 09:15 WIB
Denny JA Beberkan Alasan Mengapa Akhirnya ARB Dukung Pilkada Langsung
denny ja/net
rmol news logo . Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie akhirnya mendukung Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang Pilkada, yang itu artinya mendukung Pilkada langsung. Dukungan ARB ini berbeda dengan pernyataan sebelumnya yang menegaskan akan menolak Perppu Pilkada.

Menurut Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA, ada tiga hal yang membuat ARB akhirnya mendukung pilkada langsung, yang pada akhirnya ini juga akan mempengaruhi sikap Golkar dan partai-partai lain yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih.

Alasan pertama yang mengubah sikap ARB ini, ungkap Denny JA, adalah tekanan politik. Sejak Munas Bali pro-Pilkada via DPRD, publik mengecam ARB. Hal ini terekam melalui survei LSI, yang menunjukkan sebanyak 80 persen pemilih merasa haknya memilih pemimpin sendiri akan dirampas Golkar Munas Bali.

"SBY yang saat itu masih presiden saja di-bully oleh publik karena demokrat walkout yangg memenangkan pilkada via DPRD. ARB dan Golkar versi Balipun akan bernasib sama. Kecaman atas munas Bali semakin banyak, dan semakin nyelekit," ungkap Denny JA melalui akun twitternya pagi ini (Rabu, 10/12).

Menurut Denny, tekanan politik juga datang dari demokrat (SBY) dan Hatta (PAN) yang merasa dihianati, dan tentu saja tak ada politisi yang suka dilabeli "berhianat." SBY lebih lincah meloby aneka tokoh, termasuk berjumpa dengan Jokowi dan JK untuk memastikan Perppu pilkada langsung lolos di DPR.

Singkat kata, ungkap Denny JA, ARB mendapat tekanan politik dari publik, SBY, Hatta Rajasa serta sikap politik Golkar versi Agung Laksono.

Alasan kedua yang mengubah pandangan ARB, lanjut Denny JA, adalah kalkulasi politik. ARB tentunya berhitung bahwa akan terjadi voting di DPR. Jika ARB bersikeras pro-pilkada via DPRD, ia akan menghadapi KIH, Demokrat dan PAN. KMP minus Demokat minus PAN akan kalah.

Tentu saja, kata Denny JA, kekalahan KMP untuk Perppu Pilkada ini akan memalukan setelah menang berturut-turut dalam voting DPR. Kekalahan KMP dalam voting untuk isu sepenting Pilkada akan menjadi pertanda buruk masa depan KMP sendiri.

"Daripada dikalahkan dalam voting resmi di DPR nanti, justru lebih arif dan cerdas ikut mendukung Perppu pilkada langsung. Apalagi sudah ada perjanjian tertulis dengan SBY bahwa KMP akan dukung perpu pilkada langsung. ARB pun tak dituduh berhianat," ungkap Denny JA.

Alasan ketiga yang mengubah ARB adalah, lanjut Denny JA, adalah kematangan berpolitik. ARB juga tumbuh semakin matang sebagai politisi dan leader. Lebih baik ia mengalah di satu isu, namun menang di banyak isu lainnya.  Soliditas KMP selama 5 tahun, opini publik yang baik atasnya, menang di pengadilan atas Golkar Agung Laksonoo harus ia utamakan dulu. Dan ARB tahu, isu pilkada via DPRD menjadi "bola yang terlalu panas, sebab ia harus melawan empat kekuatan sekaligus yaitu Golkar AL, pemerintah, faksi di KMP dan publik.

"Sebagai politisi yg matang, ia harus punya seribu nyawa. Tak apa mundur selangkah, tapi maju tiga langkah. Dengan mendukung pilkada langsung, ARB tak lagi menjadi musuh publik, Demokrat plus PAN, dan pemerintah. ARB pun bisa fokus menghadapi Golkar versi AL dulu. Dengan pro pilkada langsung, publik akan netral atas konflik ARB vs AL. Jika nanti Golkar ARB menang di pengadilan, ARB semakin tumbuh menjadi politisi yang sangat diperhitungkan," demikian Denny JA. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA