Kasus Tabrak Lari Tak Terlepas dari Sarana Lalulinas yang Terbatas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 09 Desember 2014, 08:45 WIB
Kasus Tabrak Lari Tak Terlepas dari Sarana Lalulinas yang Terbatas
ilustrasi/net
rmol news logo . Peristiwa tabrak lari sudah sering terjadi. Peristiwa ini juga tidak terlepas dari minimnya sarana dan prasarana lalu lintas seperti jembatan penyeberangan yang bisa digunakan oleh warga khususnya yang sudah lansia atau lanjut usia.

"Karena faktor kondisi fisik, tidak kuat menggunakan jembatan penyeberangan, sehingga terpaksa menyeberang lewat ruas jalan raya. Sementara perilaku dan tingkat kewaspadaan pengendara di jalan raya masih sangat buruk," kata Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW), Edison Siahaan, beberapa saat lalu (Selasa, 9/12).

Pernyatan Edison ini terkait dengan peristiwa tabrak lari yang  menewaskan seorang nenek bernama Hj Uum Sadiah (68) di seputar Jalan Kyai Tapa, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Hendaknya, lanjut Edison, peristiwa yang dialami nenek asal Purwakarta, Jawa Barat ini, menjadi perhatian pemerintah untuk menyiapkan jembatan penyebarangan bagi warga lansia. Serta melakukan upaya secara konsisten untuk meningkatkan kesadaran tertib lalu lintas masyarakat. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA