Jurubicara PBB Stephane Dujarric (Jumat, 21/11) mengatakan bahwa operasi darurat ini akan berlangsung selama enam bulan ke depan.
"Dengan angka pengangguran yang tinggi, tumbuh inflasi dan kenaikan harga pangan, hal ini menjadi semakin sulit bagi keluarga untuk tetap hidup cukup, makan makanan bergizi di atas meja. Apalagi periode musim dingin mendekat, situasi ini diperkirakan akan semakin memburuk," katanya, dikabarkan
Xinhua.
Dujarric menyampaikan bahwa yang jadi perhatian prioritas WFP saat ini adalah akses makanan bagi para pengungsi.
"Keluarga-keluarga pengungsi akibat pertempuran yang sedang berlangsung di wilayah tersebut, dapat menebus voucher senilai 45 dolar AS dari toko-toko lokal," tandas Dujarric.
Perlu diketahui, konflik terjadi sejak April lalu ini terjadi ketika pemerintah di Kiev meluncurkan operasi menguasai kembali daerah yang direnggut pemberontak pendukung Rusia.
Kelompok separatis membalas dengan menguasai gedung pemerintah, setelah Rusia bereaksi terhadap langkah yang sama oleh pemberontak di Krimea dengan menganeksasi semenanjung.
Menurut catatan PBB pada Kamis lalu (20/11), sekitar 957 orang telah tewas dalam konflik tersebut.
[ysa]
BERITA TERKAIT: