Demikian disampaikan kata Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW), Edison Siahaan. Selain itu, lanjut Edison, pemerintah juga harus berupaya mengatasi kemacetan dengan menyiapkan angkutan umum yang terjangkau tetapi bisa memberikan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran (Kamseltibcar).
"Kenaikan harga BBM harus disertai upaya mengendalikan kemacetan dan kebijakan terhadap populasi kendaraan bermotor yang terus meningkat," kata Edison Siahaan beberapa saat lalu (Senin, 10/11).
Menurutnya, salah satu penyebab meningkatnya subsidi untuk memenuhi kebutuhan BBM, adalah pemborosan akibat kegagalan pemerintah mengendalikan kemacetan dan produksi kendaraan bermotor yang saat ini bagaikan jamur di musim hujan.
Edison menilai, kenaikan harga BBM hanya akan memberikan keuntungan bagi pemerintah untuk mengatasi defisit anggaran akibat tingginya subsidi. Tetapi, kebijakan menaikkan BBM dipastikan akan menimbulkan efek domino yaitu berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok rakyat.
Jika harga BBM naik, lanjutnya, ongkos angkutan akan langsung naik. Pengeluaran buruh, mahasiswa, pelajar yang naik kendaraan umum setiap hari pasti naik. Harga-harga barang juga segera naik sebab dari sawah atau pabrik harus diangkut pakai kendaraan yang mengkonsumsi BBM. Harga Listrik juga ikut naik sebab pembangkitnya memakai BBM. Harga semen,pasir, batu bata , dan bahan bangunan lainnya juga pasti naik karena biaya angkutan naik.
"Konsekuensi kenaikan harga BBM akan menambah beban yang harus ditanggung oleh rakyat," tegas Edison.
[ysa]
BERITA TERKAIT: