Begitu kata Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Ridwan Mukti menanggapi pencalonan kembali Ketua Umum Aburizal Bakrie (ARB) dalam Musyawarah Nasional (Munas) Golkar mendatang.
"Tapi pada prinsipnya, saya menghormati keinginan beliau mencalonkan kembali karena itu hak beliau," ujarnya sesaat sebelum acara diskusi mingguan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) bertajuk 'Rekonstruksi Sistem, Struktur, dan Tata Kelola Organisasi untuk Meningkatkan Peran dan Fungsi Parpol' di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta (Jumat, 7/11).
Menurut Ridwan, Golkar punya banyak kader mumpuni untuk menjadi pemimpin. Maka dari itu, ARB sudah seharusnya arif dalam melihat fakta tersebut.
"Sebuah kearifan bagi ARB untuk mempersilakan kader yang muda," tambah Bupati Musi Rawas, Sumatera Selatan itu.
Lebih jauh, Ridwan mengambil sample sejumlah lembaga negara yang dipimpin pemimpin muda. Seperti Presiden Joko Widodo, ketua MPR, DPR, Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, dan Komisi Yudisial, semua dipimpin pemuda yang berumur kurang dari 60 tahun.
"Partai politik lain juga sudah menunjukkan yang muda memimpin. Ini tanda-tanda alam," tambahnya.
"Golkar yang sudah tua harus pandai membaca tanda-tanda alam. Jangan sampai telmi (telat mikir)," tandasnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: