Jenderal Sutarman Harus Copot Kapolda Jateng dan Sumut Bila Tak Mampu Berantas Judi Togel

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 02 Oktober 2014, 11:43 WIB
Jenderal Sutarman Harus Copot Kapolda Jateng dan Sumut Bila Tak Mampu Berantas Judi Togel
sutarman/net
rmol news logo . Kapolri Jenderal Sutarman harus mencopot Kapolda Jawa Tengah dan Sumatera Utara bila tidak mampu memberantas judi togel di dua wilayah tersebut yang kian marak.

Demikian disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane. Neta pun mengatakan bila Kapolri harus segera membasmi perjudian dan menangkap para bandarnya.

"Jika tidak, dikhawatirkan di era pemerintahan Presiden Jokowi, Indonesia akan kembali dibanjiri judi ilegal, terutama togel," kata Neta beberapa saat lalu (Kamis, 2/10).

Di saat Polri sedang sibuk mengatur strategi pengamanan pelantikan Presiden Jokowi pada 20 Oktober mendatang, ternyata para bandar judi mengambil kesempatan untuk membuka judi toto gelap (togel) atau kupon putih di berbagai daerah. Peredaran judi kupon putih yang paling menonjol terlihat di wilayah Jawa Tengah dan Sumatera Utara.

Di Jateng, ungkap Neta, judi togel menyebar di hampir seluruh kabupaten. Ada dua jenis togel, yakni kupon putih Kuda Lari dan toto Singapura.

Sama seperti di Jateng, lanjutnya, di Sumut judi togel juga terbiarkan dan menyebar di seluruh wilayah. Hanya memang omset judi togel di Sumut tidak sebesar di Jateng. Omset judi togel di Sumut hanya sekitar Rp 50 miliar sampai Rp 75 miliar per minggu. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA