"Yakni penghancuran Masjid Al-Aqsa, yang merupakan kawasan untuk keseluruhan tempat yang dikelilingi pagar di dalam kota Al-Quds yang mana disekelilingnya terdapat beberapa pintu masuk," kata Ketua Asia Pacific Community for Palestine (ASPAC), Saiful Bahri, dalam keterangan, Senin malam (22/9).
Menurut Saiful, keberadaan masjid Al-Aqsa saat ini dalam kondisi yang sangat memperihatinkan karena sepenuhnya dikuasi Israel. Dan untuk dapat beribadah di Masjid Al-Aqsa bukanlah perkara mudah bagi rakyat Palestina karena harus melewati beberapa tahapan pemeriksaan. Belum lagi ada kebijakan yang menyatakan yang boleh melaksanakan Ibadah hanyalah orang-orang tua yang sudah tua renta.
Masih kata Saiful, banyak rakyat Palestina yang membangun trowongan-trowongan bawah tanah untuk mencapai Mesir. Gaza pun menjadi penjara terbesar di dunia dan merupakan bukti perampasan kemerdekaan rakyat Palestina.
"Hal yang serupa juga dilakukan oleh Israel yang membangun banyak trowongan-trowongan di bawah Masjid Al-Aqsa dengan harapan penghancuran Masjid dari bawah tanah," demikian Saiful Bahri.
[ysa]
BERITA TERKAIT: