Megawati Harus Tetap Jadi Ketum karena Faktor Perekat Utama PDI Perjuangan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 20 September 2014, 22:40 WIB
Megawati Harus Tetap Jadi Ketum karena Faktor Perekat Utama PDI Perjuangan
banyu biru/net
rmol news logo . Diajukannya kembali Megawati Soekarnoputri sebagai  Ketua Umum PDI Perjuangan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV di Semarang untuk Kongres mendatang merupakan keputusan yang rasional.

Demikian disampaikan politisi muda PDI Perjuangan, Banyu Biru Djarot. Menurut Bayu, Megawati memang masih dibutuhkan untuk memimpin partai pemenang Pemilu 2014 itu dalam lima tahun ke depan.

Menurut Bayu, kondisi obyektif di PDI Perjuangan juga memang menunjukkan Megawati masih menjadi figur sentral. Hal yang lebih penting, peran  Megawati sebagai perekat kader merupakan fakta tak terbantahkan.

"Beliau merupakan figur perekat atau cohesive factor yang tak terbantahkan. Apalagi menyongsong era politik baru di mana PDI Perjuangan harus solid sebagai entitas politik menghadapi tantangan ke depan yang tidak mudah," kata Bayu di sela-sela Rakernas IV PDI P di Marina Convention Center, Semarang, Sabtu petang (20/9),

Selain itu Banyu juga mengatakan, Megawati masih diperlukan dalam menjalankan strategi organisasi PDI Perjuangan ke depan. Karenanya Banyu menepis anggapan bahwa kaderisasi di PDI Perjuangan tak berjalan. Sebagai contoh adalah Joko Widodo yang bisa diusung menjadi calon presiden dan akhirnya terpilih.

Menurut Banyu, justru para kader PDIP dapat berkiprah dengan leluasa sambil mempertanggungjawabkan kepercayaan penuh yang diberikan oleh Megawati. Dengan demikian, suana pengkaderan yang terpimpin, terarah dan terukur, bisa terimplementasi dengan baik.

"Kebetulan kader-kader muda PDI Perjuangan bukan jenis politisi yang haus kekuasaan karena orientasinya adalah pematangan dan pemantapan diri sebagai kader yang memahami dan menjiwai ideologi partai," demikian Banyu. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA