NU Suruh Kementerian Agama Tarik Buku Sejarah Kebudayaan Islam

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 17 September 2014, 11:31 WIB
NU Suruh Kementerian Agama Tarik Buku Sejarah Kebudayaan Islam
ilustrasi/net
rmol news logo . Kementerian Agama diminta segera menarik buku ajar Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kelas VII Madrasah Tsanawiyah (Mts) yang jelas-jelas menghina keyakinan kaum Nahdliyin.

Demikian disampaikan Ketua PP Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama, KH. Z. Arifin Junaidi, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 17/9).

Dalam buku ajar yang dimaksud, ada materi soal "Perbedaan Antara Kondisi Kepercayaan Masyarakat Makkah sebelum Islam dengan Masyarakat Sekarang."

Di antara persamaan itu adalah masih ada yang menyembah berhala, mempercayai benda-benda, dan selalu meminta kepada benda-benda; mereka tidak bodoh secara keilmuwan; mendatangi para dukun. Sementara perbedaannya itu adalah berhala dilakukan oleh agama selain Islam yaitu Hindu dan Budha; berhala sekarang adalah kuburan para Wali; dan istilah dukun berubah menjadi paranormal atau guru spiritual.

"LPP Maarif juga memerintahkan kepada seluruh madrasah yang ada di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk tidak menggunakan Buku Ajar SKI Kelas VII MTs dalam proses pembelajaran sebelum direvisi," demikian Arifin. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA