Lebih-lebih Agung, yang selama ini dinilai berbeda sikap soal pelaksanaan Munas, juga mendukung sikap Golkar untuk menjadi penyeimbang pemerintahan Jokowi-JK dan tetap berada di barisan Koalisi Merah Putih. Bahkan, buka cuma Agung, nama-nama lain yang juga disebutkan bakal calon ketum Golkar juga sudah satu garis.
"Pak Agung Laksono, MS Hidayat, Airlangga Hartanto, dan Priyo Budi Santoso taat azas dan patuh pada keputusan organisasi," kata Wakil Sekjen Golkar, Lalu Mara Satriawangsa, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 2/9).
Lalu Mara, yang merupakan Jurubicara Aburizal Bakrie, juga memastikan bahwa Ketua Umum Aburizal Bakrie telah memberikan sikap positif kepada Agung. Dan memang, sebagaimana keputusan Munas Golkar di Pekanbaru pada 2009, menyatakan Munas selanjutnya dilaksanakan pada 2015.
"Ketum menyambut baik juga. Ketum dua kali ketemu dengan Pak Agung, dijelaskan kenapa Munas harus 2015. Diingatkan ke Pak Agung, itu agar Pemilu 2019 tak terganggu," kata Lalu Mara, sambil mengatakan bila Munas dilaksanakan 2015 maka Munas selanjutnya akan digelar pada 2020, setelah Pemilu 2019.
Lalu Mara menambahkan, Golkar tetap berada di Koalisi Merah Putih dan akan berperan sebagai penyeimbang pemerintahan, setidaknya sampai saat ini sebelum Munas 2015 digelar.
[ysa]
BERITA TERKAIT: