Demikian disampaikan peneliti politik Soegeng Sarjadi Syndicate, Ridho Imawan Hanafi. Menurutnya, SBY harus menjadi pemimpin yang
husnul khatimah dengan cara meninggalkan warisan yang baik bagi pemerintahan Jokowi-JK. Salah satunya, terkait kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sehingga dapat meringankan beban pemerintahan yang akan datang.
"SBY akan dicatat publik, apakah ia akan meninggalkan bom waktu bagi Jokowi-JK atau sebaliknya akan dikenang publik sebagai pemimpin yang membentangkan jalan bagi pemerintahan baru yang lebih baik. Saya pribadi berpendapat, SBY mestinya tidak meninggalkan bom waktu bagi Jokowi-JK," kata Ridho beberapa saat lalu (Selasa, 26/8).
Kata Ridho, SBY harus membuka komunikasi seluas-luasnya dengan Jokowi. Bahkan, seluruh kementerian pemerintahan SBY dapat membangun komunikasi dengan Tim Transisi Jokowi-JK sehingga tercipta kesinambungan antara pemerintahan lama dengan pemerintahan baru.
"Apalagi dengan dibentuknya Kantor Transisi, Jokowi ingin tancap gas saat dilantik pada 20 Oktober nanti," demikian Ridho.
[ysa]
BERITA TERKAIT: