Seharusnya SBY Tak Meninggalkan Bom Waktu bagi Jokowi-JK

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 26 Agustus 2014, 20:28 WIB
Seharusnya SBY Tak Meninggalkan Bom Waktu bagi Jokowi-JK
presiden sby/net
rmol news logo . Pertemuan antara SBY dan Jokowi di Bali pada 27 Agustus mendatang harus menghasilkan sebuah keputusan penting.

Demikian disampaikan peneliti politik Soegeng Sarjadi Syndicate, Ridho Imawan Hanafi. Menurutnya, SBY harus menjadi pemimpin yang husnul khatimah dengan cara meninggalkan warisan yang baik bagi pemerintahan Jokowi-JK. Salah satunya, terkait kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sehingga dapat meringankan beban pemerintahan yang akan datang.

"SBY akan dicatat publik, apakah ia akan meninggalkan bom waktu bagi Jokowi-JK atau sebaliknya akan dikenang publik sebagai pemimpin yang membentangkan jalan bagi pemerintahan baru yang lebih baik. Saya pribadi berpendapat, SBY mestinya tidak meninggalkan bom waktu bagi Jokowi-JK," kata Ridho beberapa saat lalu (Selasa, 26/8).

Kata Ridho, SBY harus membuka komunikasi seluas-luasnya dengan Jokowi. Bahkan, seluruh kementerian pemerintahan SBY dapat membangun komunikasi dengan Tim Transisi Jokowi-JK sehingga tercipta kesinambungan antara pemerintahan lama dengan pemerintahan baru.

"Apalagi dengan dibentuknya Kantor Transisi, Jokowi ingin tancap gas saat dilantik pada 20 Oktober nanti," demikian Ridho. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA