Amir Syamsuddin: Menyedihkan, Uluran Tangan SBY Disebut Upaya Merecoki Jokowi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 22 Agustus 2014, 11:30 WIB
Amir Syamsuddin:  Menyedihkan, Uluran Tangan SBY Disebut Upaya Merecoki Jokowi
amir syamsuddin/net
rmol news logo Sungguh menyedihkan manakala uluran tangan SBY untuk membantu kemulusan proses transisi dinilai sementara pihak sebagai upaya merecoki presiden yang baru.

"Sungguh tidak pada tempatnya  penggunaan kata: jangan merecoki Presiden baru," kata Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, dalam pesan singkat kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 22/8).

Patut diketahui, jelas Amir, uluran tangan SBY untuk membantu kemulusan proses transisi yang disampaikannya dalam pidato kenegaraan di DPR merupakan upaya tulus tanpa pamrih dan tanpa syarat apapun.

Uluran tangan tersebut, ungkap Amir, semata-mata didorong oleh rasa tanggungjawab yang besar seorang pemimpin yang ingin melakukan yang terbaik agar penggantinya sukses diawal-awal masa tugasnya.

"SBY ingin meletakkan satu tradisi baru yang akan berguna dalam perjalanan bangsa ke depan," kata Amir, yang juga Menteri Hukum dan HAM.

Presiden SBY mengaku telah menerima pesan negatif dan telah beredar di kalangan tertentu. Bunyi pesan itu menganggap dirinya dan Partai Demokrat merecoki presiden terpilih 2014, Joko Widodo. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA