Semakin Elegan Bila Prabowo Jadi Oposisi Kritis

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 22 Agustus 2014, 08:50 WIB
Semakin Elegan Bila Prabowo Jadi Oposisi Kritis
prabowo subianto/net
rmol news logo . Kemenangan dan kekalahan dalam demokrasi adalah hal biasa. Karena itu, sudah seharusnya Prabowo-Hatta memberikan pembelajaran politik yang cerdas dengan menerima kekalahan.

Demikian disamapaikan pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 22/8).

Menurut Ari, yang juga pengajar Program Pascasarjana di UI, Universitas Diponegoro, Universitas Persada Indonesia YAI dan Universitas Dr Soetomo ini, akan semakin elegan dan menjadi investasi politik di 2019 jika Prabowo dan koalisi Merah Putih menjadi oposisi kritis.

"Menjadi kekuatan penyeimbang juga sangat diperlukan untuk mengkritisi pemerintahan Jokowi-JK," ungkap Ari.

Ari berharap, Jokowi-JK tak dibiarkan menjadi kekuatan tanpa celah. Dan Prabowo akan dikenang sebagai pejuang demokrasi jika menampilkan gaya santun dalam politik.

"Dan rakyat sekarang menunggu sikap legowo Prabowo," demikian Ari Junaedi. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA