Permintaan ini disamapaikan Presidium Nasional Ikatan Kelompok Alumni Cipayung, yang terdiri dari Noer Fajrieansyah (Ketua Umum PB HMI), Addin Jauharuddin (Ketua Umum PB PMII), Stefanus Asat Gusma (Ketua Presidium PP PMKRI), Dedy Rachmadi (Ketua Presidium GMNI), Yozthin M E Thelik (Sekretaris Umum PP GMKI), dan Wayan Sudane (Presidium PP KMHDI).
"Kontestasi politik telah usai, kini saatnyalah mengawal demokrasi dengan selalu mengingatkan Jokowi-JK untuk tidak lupa pada janji-janji politik. Janji adalah utang yang harus dibayar," kata mereka dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 20/8).
Bagi Presidium Nasional Ikatan Kelompok Alumni Cipayung, tanpa menafikan proses hukum yang sedang berlangsung di Mahkamah Konstitusi, realitas politik membuktikan pasangan Jokowi-JK adalah pemegang amanat rakyat lewat Pemilu yang jujur, adil, dan demokratis.
"Menyaksikan fakta-fakta hukum dalam persidangan di MK, sulit bagi Prabowo-Hatta memenangkan gugatan atas keputusan KPU yang memenangkan Jokowi-JK," ungkap mereka.
[ysa]
BERITA TERKAIT: