Demikian pandangan Presidium Nasional Ikatan Kelompok Alumni Cipayung, yang terdiri dari Noer Fajrieansyah (Ketua Umum PB HMI), Addin Jauharuddin (Ketua Umum PB PMII), Stefanus Asat Gusma (Ketua Presidium PP PMKRI), Dedy Rachmadi (Ketua Presidium GMNI), Yozthin M E Thelik (Sekretaris Umum PP GMKI), dan Wayan Sudane (Presidium PP KMHDI).
Dengan dasar pandangan di atas, sebagai bagian dari anak bangsa, Presidium Nasional Ikatan Kelompok Alumni Cipayung sepakat untuk mengawal transisi demokrasi yang memenangkan Jokowi-JK. Wujud nyata mengawal proses transisi ini adalah dengan mengingatkan Jokowi-JK, para relawan pendukung, para partai politik pendukung, dan para elite pendukung untuk tidak bertindak jumawa atau adigang adigung adiguno.
"Bagi kami, kekuasaan adalah amanah untuk mewujudkan kesejahteraan dalam arti yang luas bagi rakyat Indonesia, dan bukan tindakan sok berkuasa," kata mereka dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 20/8).
Presidium Nasional Ikatan Kelompok Alumni Cipayung juga mengingatkan kepada para stakeholder pendukung Jokowi-JK untuk tidak mempertontonkan parade kejumawaan di ruang publik serta bertingkah seolah-olah paling berjasa dalam kemenangan Jokowi-JK. Karena pada dasarnya kemenangan Jokowi-JK hasil kerja kolektif rakyat.
[ysa]
BERITA TERKAIT: