Relawan Diminta Tak Mendikte Jokowi-JK dalam Membentuk Kabinet

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 20 Agustus 2014, 07:39 WIB
Relawan Diminta Tak Mendikte Jokowi-JK dalam Membentuk Kabinet
ilustrasi/net
rmol news logo . Tanpa menafikan proses hukum yang sedang berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK), secara de facto, saat ini, Jokowi adalah Presiden terpilih Republik Indonesia.

Demikian pandangan Presidium Nasional Ikatan Kelompok Alumni Cipayung. Presidium ini terdiri dari para ketua umum organisasi kelompok Cipayung. Mereka adalah Noer Fajrieansyah (Ketua Umum PB HMI), Addin Jauharuddin (Ketua Umum PB PMII), Stefanus Asat Gusma (Ketua Presidium PP PMKRI), Dedy Rachmadi (Ketua Presidium GMNI), Yozthin M E Thelik (Sekretaris Umum PP GMKI), dan Wayan Sudane (Presidium PP KMHDI).

Karena seca de facto Jokowi presiden, mereka mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tidak mengganggu Jokowi dalam menjalankan tugas-tugas di awal kepemimpinannya sebagai Presiden.

"Harus diingat biaya Pilpres Rp 7 triliun! Jumlah yang tidak sedikit," kata mereka dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 20/8),

Dengan tidak mengganggu, lanjut mereka, maka itu sama saja memberikan kejernihan berpikir bagi Jokowi untuk menentukan para menteri yang akan membantunya selama lima tahun kepresidenan. Mereka juga meminta publik memberikan kepercayaan kepada  Jokowi, dengan kapasitas dan pertimbangannya, memilih orang-orang terbaik pada posisi yang tepat.

"Kepada para relawan pendukung Jokowi-JK, kami menghimbau untuk tidak mendikte Jokowi-JK dalam merumuskan arah kebijakan penentuan kabinet. Kepada elite politik, kami juga menghimbau untuk menghentikan praktik titip-menitip menteri serta jabatan lainnya di pemerintahan," demikian sikap mereka. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA