Jokowi dan SBY Letakkan Tradisi Kelembagaan Transisi Jadi Penting

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 19 Agustus 2014, 22:43 WIB
Jokowi dan SBY Letakkan Tradisi Kelembagaan Transisi Jadi Penting
jokowi/net
rmol news logo . Di masa transisi ini, Presiden terpilih Jokowi siap berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pemerintahan SBY untuk semakin bisa mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia dalam spirit proklamasi kemerdekaan RI ke 69.

Demikian disampaikan Deputi Kantor Transisi Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 19/8).

Menghadapi berbagai skenario kebijakan fiskal ke depan, lanjut Hasto, pengalaman 10 tahun pemerintahan SBY sangat penting untuk menjadi dasar kebijakan pemerintahan Jokowi, termasuk bagaimana Indonesia mampu menghadapi berbagai gejolak krisis di Amerika dan Eropa. Dengan demikian juga, proses transisi melembagakan konsepsi sustainability of the government.

"Hal-hal positif yang dilakukan oleh Pemerintahan SBY, sebagai hal yang dilanjutkan. Pemerintahan yang efektif, dengan demikian merupakan suatu proses dialektis dengan muara keberpihakan pada kepentingan rakyat," kata Hasto.

Hasto menambahkan, menghadapi beratnya tantangan fiskal ke depan, Tim Transisi membuka juga tangan lebar-lebar untuk kerjasama, koordinasi, dan menyusun inisiatif baru bersama dengan pemerintahan sekarang. Seluruh inisiatif tidak hanya dimaksudkan untuk menciptakan postur anggaran yang sehat, namun juga untuk mempercepat realisi janji kampanye melalui program-program pro rakyat.

"Prinsipnya, walaupun persoalan tidak ringan, gotong royong rakyat melalui rekening dana kampanye tetap menjadi sumber inspirasi bahwa bagi merekalah janji perubahan itu akan diwujudkan," demikian Hasto. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA