Namun demikian, HTI juga meminta pemerintah Indonesia bersikap proporsional menyikapi gerakan ISIS ini.
Demikian disampaikan Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 7/8).
Maksud proporsional, jelas Ismail, adalah memisahkan ide dan konsep khilafah dari gerakan ISIS. Sebab sejatinya, konsep khilafah adalah ajaran dan ide Islam yang secara substansial sangat bagus. Konsep khilafah itu misalnya menjujung nilai ukhuwah, syariah dan dakwah.
"Jangan ada monsterisasi terhadap konsep khilafah. Konsep khilafah yang bagus itu beda dengan gerakan ISIS," tegas Ismail.
HTI sendiri menilai ISIS tidak memenuhi kriteria syariat untuk mendeklarsikan dan mendirikan kekhalifahan Islam.
[ysa]
BERITA TERKAIT: