"Jakarta menjadi daerah yang paling rawan terhadap keselamatan polisi di sepanjang enam bulan pertama 2014," ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane kepada redaksi, Senin (30/6).
IPW mencatat ada 10 daerah rawan bagi polisi. Jakarta menduduki peringkat pertama. Sebab ada 10 polisi yang luka dan tewas akibat dikeroyok warga. Kemudian Jawa Barat 5 kasus, Papua 4 kasus, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan Riau masing-masing 2 kasus, Aceh, Jogja, dan NTB masing-masing 1 kasus.
Neta mengatakan, aksi kekerasan terhadap polisi di seluruh Indonesia menyebabkan 10 polisi tewas. Yakni 5 ditembak; 2 dikeroyok; 1 ditabrak; 1 dibacok; dan 1 over dosis. Selain itu ada 20 polisi luka. Yakni 7 dibacok; 6 dikeroyok; 5 ditembak; dan 2 ditabrak. Selain itu selama enam bulan terakhir ada 23 fasilitas Polri yang dirusak massa. Yakni mencakup 12 rumah dinas; 6 pospol; 3 polsek; dan 2 polres.
Rawannya Jakarta bagi keselamatan polisi ini sangat mengejutkan, mengingat ibukota bukan daerah konflik seperti Sulteng dan Papua. Neta menduga hal ini tak terlepas dari tidak terkendalinya sikap dan prilaku sebagian anggota kepolisian, sehingga gampang berbenturan dengan masyarakat.
"Ironisnya, hanya di wilayah Polda Metro Jaya terjadi polisi tembak polisi atau polisi tewas over dosis. Di sisi lain banyak anggota polisi yg tidak peka dan tidak terlatih, baik dalam bela diri maupun menggunakan senjata, sehingga terlalu gampang diperdaya pelaku kriminal. Kondisi ini perlu dicermati pada Hari Bhayangkara 2014 ini," demikian Neta S Pane.
[rus]
BERITA TERKAIT: