Anak-anak asuh pelatih Ottmar ini tak henti-hentinya memborbardir gawang Ekuador yang dikawal oleh kiper Dominguez. Tercatat, 18 kali Inler Cs mencoba untuk menggoyak pertahanan Swiss. Tekanan bertubi-tubi Swiss membuat Ekuador bermainan keras. Total 15 kali anak-anak asuh Reinaldo Rueda melakukan pelanggaran ke beberapa punggawa Swiss.
Kebuntuan Swiss dalam menggempur pertahanan Ekuador akhirnya mencapai titik cerah. Diperkirakan laga bakal berakhir Imbang, di menit injury time akhirnya Haris Seferovic menjadi pahlawan kemenangan Swiss.
Ternyata, Gol dari Seferovic merupakan buah hasil kecerdasan Ottmar. Pelatih keturunan Turky itu sengaja menyimpan Seferovic hingga menit ke 75 agar kecepatannya tak mampu dibendung bek Ekuador di saat para punggawa Tri Color itu telah letih.
Itulah tujuan dari strategi pergantian pemain Hitzfeld. Behrami membuat mengatasi penting di daerah Swiss , sehingga serangan balik yang dimotori Behrami sebelum dioper ke Seferovic tak mampu dibendung para bek Ekuador karena telah berkurang staminanya, mengingat pelatih Ekuador Reinaldo Rueda tak melakukan penyegaran pemain bertahan.
Dengan hasil ini, Swiss menduduki peringkat satu Grup E, menunggu hasil Honduras melawan Prancis sesaat lagi.
Inilah Statistik pertandingannya Swiss Vs Ekuador:
2 Gol 1
57% Penguasaan bola 43%
9 Pelanggaran 15
12 Upaya on-target 6
18 Tendangan on-target 10.
[rus]
BERITA TERKAIT: