Dalam siaran persnya, Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah menjelaskan, kunjungan kenegaraan ke Filipina ini merupakan balasan atas kedatangan Presiden Benigno S. Aquino III ke Indonesia pada Maret 2011. Karena itu, Presiden SBY dijadwalkan melakukan pertemuan empat mata dan bilateral dengan Presiden Benigno S. Aquino III.
Dalam pertemuan bilateral RI-Filipina rencananya dibahas sejumlah isu yang menjadi kepentingan bersama, termasuk kerja sama perdagangan dan investasi, penanggulangan bencana, perlindungan pekerja migran, dan people-to-people contacts.
Kedua pemimpin juga akan menyaksikan penandatanganan beberapa MoU di bidang pendidikan dan kebudayaan, penanggulangan terorisme, dan delimitasi batas maritim.
"Terlaksananya penandatanganan MoU mengenai batas wilayah maritim ini akan menjadi capaian penting yang dapat memberi landasan baru bagi kerja sama bilateral yang lebih luas di masa mendatang," Faizasyah menjelaskan.
Pada kesempatan jamuan santap malam kenegaraan yang diselenggarakan Presiden Benigno S. Aquino III, Presiden SBY akan menerima gelar kehormatan Order of Sikatuna with the rank of Raja (Grand Collar) dari Pemerintah Filipina.
Selain terkait hubungan kedua negara, lawatan Presiden SBY ke Filipina juga dalam menghadiri World Economic Forum on East Asia (WEFEA), yang mengambil topik ‘Leveraging Growth for Equitable Progress.’ Dalam rangkaian acara WEFEA, SBY akan menyampaikan pidato dalam forum yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara dan para CEO perusahaan ternama, khususnya dari kawasan Asia-Pasifik.
Dalam pidatonya nanti, Presiden akan memberi gambaran utuh mengenai berbagai perkembangan di Indonesia, khususnya terkait dengan realisasi kebijakan pertumbuhan berkelanjutan dan berkeadilan.
"Juga diharapkan dapat mendorong kerjasama bisnis dan investasi dengan para CEO yang hadir di acara WEFEA tersebut," tekan Faizasyah seraya menambahkan pada kesempatan WEFEA tersebut, Presiden SBY juga akan menerima Global Statesman Award dari WEF.
[zul]
BERITA TERKAIT: