"Orang tua yang memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang cara mengasuh anak yang baik, serta memiliki pengetahuan tentang strategi-strategi pencegahan penyalahgunaan narkoba terbukti mempunyai harapan besar untuk menjamin anak-anaknya bebas narkoba," kata Konsultan Deputi Pencegahan BNN, Paulina G. Padmohoedojo dalam acara focus group discussion (FGD) yang digelar BNN dan GANN di Cinere, Depok (Kamus, 8/5).
Sementara itu, Ketua Umum GANN, M. Fariza Y Irawady, menyampaikan bahwa ada dua peran yang dapat dilakukan oleh ibu-ibu majelis takilm. Pertama, peran pencegahan, karena aktivitas yang sangat intensif, minimal seminggu sekali mengadakan pengajian serta memberi arahan dan petunjuk bagaimana seandainya ada penyalahguna di lingkungannya. Kedua, majelis taklim dapat berperan untuk mengajak lingkungannya untuk melaporkan apabila ada penyalahguna untuk selanjutnya dapat dilakukan rehabilitasi.
"’BNN saat ini sudah menyatakan komitmen besarnya untuk mengedepankan rehabilitasi daripada memenjarakan dan itu harus dimanfaatkan secara optimal. Komitmen Kepala BNN itu harus direspons positif oleh masyarakat denan membuat jaringan masyarakat yang lebih besar dari jaringan pengedar untuk melindungi masyarakat dari bahaya narkoba," ujar Fariza sambil menegaskan bahwa GANN siap mengejawantahkan komitmen BNN.
Terkait dengan hal ini, Ketua Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Kecamatan Cinere, Iing Khoiriah, menyatakan kesiapannya untuk menyebar luaskan materi yang telah didapatkannya, khususnya ke anggota majelis taklim dan umumnya kepada seluruh masyarakat.
"Kami juga mengapresiasi petunjuk yang diberikan dalam FGD ini jika kami menemukan masalah narkoba di lingkungan, kami ada pegangan sekarang," demikian Iing.
[ysa]
BERITA TERKAIT: