"Ini tonggak sejarah yang penting karena BRI adalah pertama di dunia yang punya satelit sendiri. Yang hampir pasti berguna untuk bisnisnya," kata SBY seusai menyaksikan penandatanganan perjanjian antara PT BRI dengan Space Systems/Loral, LLC dan Arianespace di Gedung BRI 1, Jakarta, Senin (28/4).
Dengan teknologi ini, lanjut SBY, diharapkan daya saing perbankan bisa meningkat dan semua masyarakat bisa terlayani dengan baik. Kepala Negara juga berharap, meningkatnya kinerja BRI harus ditunjukkan dengan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) yang selama ini dipimpin BRI.
Pembelian satelit ini sudah mendapatkan izin resmi dari Kementerian Komunikasi dan Informasi. Satelit akan mengudara pada 1 September 2015 dengan posisi di 150.57 Bujur Timur.
Sementara itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan pada sebuah kesempatan menjelaskan, untuk melancarkan program ini BRI mengeluarkan investasi mencapai Rp 2,5 triliun. Dengan beroperasinya satelit ini, BRI bisa berhemat Rp 250 miliar untuk biaya operasional.
"Selama ini untuk keperluan komunikasi, BRI mengeluarkan Rp 500 miliar satu tahun. Dengan membeli satelit itu bisa Rp 200-250 miliar setahun," tandas Dahlan seperti diberitakan website
presidenri.go.id. [rus]
BERITA TERKAIT: