Khofifah Ungkap Masalah di Balik Kuota 30 Persen Caleg Perempuan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 24 April 2014, 07:10 WIB
Khofifah Ungkap Masalah di Balik Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
khofifah/net
rmol news logo . Secara umum, peran politik perempuan di Indonesia masih kurang signifikan. Bahkan kuota 30 persen bagi caleg perempuan, selain cukup positif, namun juga menyisakan sejumlah masalah.

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Pusat Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online, Rabu kemarin (23/4).

Dengan sistem kuota seperti ini, ungkap Khofifah, yang terjadi adalah mencari caleg perempuan untuk memenuhi kuota saja, dan itu dilakukan menjelang pemilihan. Sementara beberapa tahun sebelumnya, tidak ada proses pendidikan dan pengkaderan politik yang dilakukan partai.

Fakta di lapangan, lanjut Khofifah, kehadiran perempuan menjadi sekedar saja. Bahkan, ada banyak terjadi, partai akhirnya mengusung caleg perempuan yang merupakan istri atau anak dari pengurus partai tersebut.

"Kalau mereka tidak terpilih, karena untuk memenuhi persyaratan saja, tidak jadi masalah. Kalau mereka terpilih kan bagaimana? Mereka tak siap menjadi anggota legislatif, lalu mengatakan akan menjadikan kedudukan ini sebagai tahapan untuk belajar. Bagaimana ini, mengurus bangsa dan negara kok coba-coba dan masih belajar. Belajar itu ya harus sebelumnya, kalau anggota DPR itu ya harus siap," demikian Khofifah. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA