
. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di bawah kepemimpinan Menteri Cicip Sharif Sutardjo, tidak boleh berpangku tangan mengetahui kualitas ikan tuna ekspor Indonesia yang kalah dibandingkan Thailand.
Demikian disampaikan anggota Komisi IV dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Habib Nabiel Almusawa, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 17/4).
Habib pun mencatat, sejak tahun 2011 ada laporan bahwa orang AS menuding tuna asal Indonesia mengandung logam berat dan mereka mengaku keracunan jika makan ikan-ikan itu. Karena keracunan, maka mereka menuduh Indonesia melanggar ketentuan tentang keamanan makanan.
"Sudah tiga tahun berlalu, mengapa masalah ini tidak juga kunjung selesai?" kata Habib.
Kualitas ikan tuna Thailand lebih diakui dunia sehingga jadi komoditas ekspor negara tersebut. Efeknya adalah harga jual ikan tuna Thailand di tingkat dunia jauh lebih tinggi dibandingkan harga jual ikan tuna Indonesia. Masyarakat Amerika Serikat pun tidak ragu untuk mengkonsumsinya.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: