PKS Minta Menteri Cicip Segera Sikapi Kualitas Ikan Tuna yang Kalah oleh Thailand

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 17 April 2014, 07:58 WIB
PKS Minta Menteri Cicip Segera Sikapi Kualitas Ikan Tuna yang Kalah oleh Thailand
habib nabiel/net
rmol news logo . Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di bawah kepemimpinan Menteri Cicip Sharif Sutardjo,  tidak boleh berpangku tangan mengetahui kualitas ikan tuna ekspor Indonesia yang kalah dibandingkan Thailand.  

Demikian disampaikan anggota Komisi IV dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Habib Nabiel Almusawa, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 17/4).

Habib pun mencatat, sejak tahun 2011 ada laporan bahwa orang AS menuding tuna asal Indonesia mengandung logam berat dan mereka mengaku keracunan jika makan ikan-ikan itu. Karena keracunan, maka mereka menuduh Indonesia melanggar ketentuan tentang keamanan makanan.

"Sudah tiga tahun berlalu, mengapa masalah ini tidak juga kunjung selesai?" kata Habib.

Kualitas ikan tuna Thailand lebih diakui dunia sehingga jadi komoditas ekspor negara tersebut. Efeknya adalah harga jual ikan tuna Thailand di tingkat dunia jauh lebih tinggi dibandingkan harga jual ikan tuna Indonesia.  Masyarakat Amerika Serikat pun tidak ragu untuk mengkonsumsinya. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA