Seruan itu disampaikan lima eksponen umat Katolik di Indonesia dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu siang ini (6/4).
Kelima eksponen itu adalah Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Pemuda Katolik (PK), Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI).
Seruan bersama itu ditandatangani Ketua Umum FMKI KAJ Veronica Wiwiek, Ketua Presidium ISKA Muliawan Margadana, Ketua PresidiumPMKRI Lidya Natalia, Ketua Umum Pemuda Katolik Agustinus Tamo, dan Ketua Presidium WKRI Yustina Rostiawati.
Menurut mereka ada dua hal yang membuat Pemilu 2014 istimewa. Pertama, karena merupakan tahap awal rangkaian suksesi kepemimpinan nasional yang puncaknya adalah pemilihan presiden di bulan Juli.
Kedua, karena ada kekecewaan terhadap lembaga legislatif dan eksekutif yang sarat prilaku korup. Juga keprihatinan terhadap konflik horizontal, ancaman terhadap minoritas, dan lemahnya wibawa pemerintah. Umat Katolik berharap terjadi perubahan yang signifikan dalam kualitas dan moralitas.
"Dengan sistem
one man one vote, suara umat Katolik turut menjadi penentu hasil Pemilihan Legislatif. Adanya lebih dari 1.000 Caleg beragama Katolik (DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten)Â dan umat Katolik sebagai pemilih di berbagai pelosok Nusantara merupakan tantangan bagaimana agar suara umat Katolik benar-benar memilih calon yang berkualitas," tulis kelima eksponen Katolik ini.
Karena itulah mereka menyerukan agar semua umat Katolik menolak golput. Sementara hierarki gereja diminta untuk secara terus menerus dan nyata menegakkan, menjaga, serta menghembuskan prinsip-prinsip pemilu yang bermoral dan beretika, hingga transaksi politik dan
money politic dapat disadari serta ditolak oleh semua komponen bangsa.
"Calon anggota legislatif beragama Katolik agar tetap teguh memegang nilai-nilai etika serta kebangsaan , dengan mengutamakan dialog dengan berbagai unsur masyarakat dan menjadi bagian dari solusi permasalahan yang dihadapi bangsa," seru mereka lagi.
Pada bagian lain seruan itu umat Katolik diminta melaksanakan hak pilih dengan mengutamakan nurani serta cerdas melihat partai politik serta calon anggota legislatif yang memiliki peluang besar untuk terpilih.
"Utamakan partai dan caleg yang memiliki integritas dan rekam jejak menjaga Pancasila, UUD’45, Bhinneka Tunggal IKA serta NKRI," demikian seruan itu.
[dem]
BERITA TERKAIT: