Tutup Kampanye di Klaten dan Sukoharjo, Puan Yakin Jateng Tetap Jadi Lumbung Suara PDIP

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 05 April 2014, 07:45 WIB
Tutup Kampanye di Klaten dan Sukoharjo, Puan Yakin Jateng Tetap Jadi Lumbung Suara PDIP
puan maharani/net
rmol news logo . PDI Perjuangan (PDIP) akan menutup masa kampanye pemilu legislatif dengan menggelar rapat terbuka di Sukoharjo dan Klaten, Jawa Tengah, Sabtu hari ini (5/4). Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan hadir langsung dalam kampanye di dua kota itu.

Menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Puan Maharani, dua kabupaten itu merupakan lumbung suara penting bagi partainya. Puan menegaskan, partainya ingin mengulangi sukses saat menjadi jawara pada Pemilu 1999.

"Pemilu 1999 kita meraih suara terbesar. Dan Jawa Tengah sejak 1999 selalu kita menangkan," kata Puan.

Kampanye PDIP di Klaten ini akan digelar di Lapangan Trikoyo. Sedangkan kampanye di Sukoharjo akan digelar di alun-alun di pusat kota. Puan mengharapkan agar kampanye penutupan di dua kabupaten itu semakin meyakinkan kader dan simpatisan PDIP untuk tetap memilih partai berlambang kepala banteng bermoncong putih itu.

"Kami harapkan kampanye besok di salah satu basis suara PDIP ini akan berjalan dengan lancar,' pungkas calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Jateng V yang meliputi Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Kota Surakarta itu.

Tak hanya untuk memenangkan PDIP dan mengusung Jokowi sebagai capres, PDIP juga terus menyuarakan untuk mengawasi kecurangan dalam pemilu dalam berbagai kesempatan saat kampanye. Baik Puan, Mega, maupun Jokowi kerap menyuarakan untuk mengantisipasi kecurangan pemilu dan bahaya politik uang.

"Seluruh warga PDIP di Bangka Belitung untuk waspada karena masih ada pihak-pihak yang berusaha untuk mencurangi PDIP yang saat ini sudah di ambang kemenangan," kata Puan saat berkampanye di Lapangan Pintu Air, Bangka Belitung, Minggu lalu (30/3)

Tak hanya itu, ajakan untuk tidak golput juga terus disuarakan PDIP. Bahkan, Mega mengaku sudah mendengar kabar banyaknya yang mengajak masyarakat untuk golput.

"Itu adalah permintaan yang salah," tegasnya saat berkampanye di Lapangan Sario, Manado, Sulawesi Utara, sambil mengatakan kalau merasa sebagai Warga Negara Indonesia maka seharusnya ikut dalam pemilu. Bahkan, Mega juga mendengar ada yang tak ingin memilih karena tidak setuju dengan nama-nama caleg yang ada.

"Tidak bisa seperti itu. Belajar politik itu menentukan sikap. Dengan menggunakan hak pilih secara rahasia, kita akan mengurangi kecurangan," kata Presiden RI kelima ini. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA