Kiai Hasyim: Presiden Mendatang Harus Pejuang Ekonomi dan Hukum

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 03 April 2014, 08:51 WIB
rmol news logo Mantan Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi memiliki pandangan tersendiri terkait sosok pemimpin yang pantas memimpin Indonesia kedepan. Menurutnya, pemimpin harus mengerti permasalahan bangsa dan bisa mengatasinya.

"Siapapun presiden yang terpilih nanti harus mampu menyelamatkan Indonesia, harus mengerti masalah dan bukan malah menambah masalah," ujar Hasyim saat ditemui Rakyat Merdeka Online di sela Saresehan Nasional Ulama Pesantren dan Cendikiawan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Cipete, Jakarta (Rabu, 2/4).

Kiai Hasyim mengatakan Indonesia saat ini diguncangan masalah di segala sektor sampai-sampai kita sendiri tidak merasakan guncangannya. Menurut dia, masalah terberat yang dihadapi bangsa dan negara kita saat ini adalah masalah ekonomi. Mayoritas rakyat masih hidup dalam kemiskinan.

"Pemimpin yang kita butuhkan harus pejuang ekonomi. Pejuang ekonomi berarti selain mengerti masalah-masalah ekonomi dia memiliki komitmen yang jelas dalam memperjuangkan keadilan ekonomi dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat," paparnya.

Kiai Hasyim menambahkan, masalah krusial lain yang dihadapi bangsa dan negara saat ini adalah tidak adanya penegakkan hukum. Sistem penegakan hukum berjalan tidak jelas sehingga tidak ada keadilan untuk rakyat. Karena itu pemimpin yang dibutuhukan juga harus seorang pejuang hukum.

"Dua karakter ini bisa dimiliki oleh satu orang tertentu. Tapi kalau tidak ada, maka penegakan kedaulatan ekonomi dan penegakkan hukum bisa dilakukan secara kolektif oleh kepemimpinan rezim mendatang," kata Hasyim.

Soal siapa figur yang berpredikat pejuang ekonomi dan hukum, Kiai Hasyim sempat menyebut nama mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Namun, Kiai Hasyim belum mau mengulas lebih jauh mengenai keduanya karena belum resmi menjadi capres.

"Nama-nama yang beredar sekarang baru bakal calon, belum tentu nanti pada posisinya (capres). Jangan berandai-andai, tunggu pileg dulu saja," demikian Hasyim.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA