Sekjen PDIP Kaget Nama JK Tiba-tiba Disebut Bakal Jadi Cawapres Jokowi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Rabu, 02 April 2014, 14:45 WIB
Sekjen PDIP Kaget Nama JK Tiba-tiba Disebut Bakal Jadi Cawapres Jokowi
tjhajo kumolo/net
rmol news logo . Belakangan ini banyak pemberitaan soal sosok yang akan mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2014. Di antara sosok yang muncul itu adalah nama Jusuf Kalla. Namun ternyata kemunculan nama JK ini membuat elit PDI Perjuangan justru kaget.

"Kok tiba-tiba muncul nama Bapak JK? Padahal partai belum bahas apa-apa soal cawapres. Karena kami masih konsentrasi pemilu legislatif 9 April dulu," tegas Sekjen PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, beberapa saat lalu (Selasa, 2/4).

Tjahjo pun memastikan, PDI Perjuangan sama sekali belum membahas soal cawapres ini. Bahkan ketika ditanyai kriteria cawapres yang disiapkan PDIP, Tjahjo mengatakan pihaknya lebih memilih berkonsentrasi untuk pileg 9 April 2014 dulu.

"Belum bahas apa-apa," imbuhnya.

Secara terpisah, Wasekjen PDI Perjuangan Eriko Sotarduga mengatakan bahwa pihaknya memang masih menunggu proses Pileg 2014 diselesaikan. Hasil pileg tentunya akan menjadi basis yang lebih baik dalam membicarakan langkah berikutnya terkait kursi cawapres dan kemungkinan koalisi dengan parpol lain. Hanya saja, sudah ada sejumlah pembicaraan terkait kriteria bakal cawapres yang dianggap cocok untuk mendampingi Jokowi.

Misalnya, sang cawapres harus bisa saling melengkapi dengan Jokowi sebagai presiden. Ini berarti kemampuan si bakal cawapres haruslah lengkap dan saling mengisi dengan presidennya. Kriteria kedua, sosok cawapres harus bisa diterima oleh masyarakat luas. Ketiga, bakal cawapres tidak datang dari pihak yang mengajukan transaksi karena PDI Perjuangan snagat mengutamakan kepentingan rakyat.

Sebelumnya, pengamat politik Arbi Sanit, menilai wacana untuk menggandengkan Jusuf Kalla dengan Jokowi perlu dipikirkan secara matang. Bahkan bisa jadi, JK akan menyandera Jokowi dan mempersulit pemerintahan. Tak tertutup kemungkinan juga, Jokowi dan JK akan malah sibuk berkonflik karena sikap JK yang cepat dalam bekerja dan mengambil keputusan.

"Jusuf Kalla suka nyelonong, suka bikin matahari kembar. (Beda dengan Ahok yang juga bekerja cepat), dia (JK) suka pamer diri ke orang luar bahwa dia hebat. Itu akan jadi masalah," kata Arbi. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA