Pemerintah Harus Dukung Seluruh Sektor Industri Jelang Masyarakat Ekonomi Asean

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 28 Maret 2014, 14:06 WIB
Pemerintah Harus Dukung Seluruh Sektor Industri Jelang Masyarakat Ekonomi Asean
marzuki usman/net
rmol news logo . Pemerintah harus mendukung seluruh sektor industri di tanah air menghadapi masyarakat ekonomi Asean, atau sean Economic Community (AEC), yang akan berlaku efektif mulai 2015 mendatang. Apalagi saat ini, memang belum ada sistem yang dibuat secara komprehensif agar Indonesia bisa memenangkan persaingan di pasar bebas Asean 2015 itu

"Jika AEC diberlakukan pada 2015 akan terbuka untuk perdagangan barang, jasa, investasi, modal, dan pekerja atau free flow of goods, dan free flow of services, free flow investment, and free flow of skilled labor," kata mantan Kepala Bappepam dan Menteri Negara Investasi, Marzuki Usman.

Tanpa political will pemerintah, lanjut Marzuki, Indonesia sulit memasuki pasar bebas Asean. Dan sayangnya, saat ini tidak ada upaya pemerintah untuk memperkuat sektor surveyor. Padahal  dengan dibukanya pasar bebas Asean, perusahaan surveyor asing akan bisa leluasa masuk ke Indonesia. Dampaknya, PT. Sucofindo (Persero) dan PT. Surveyor Indonesia (Persero) akan dipaksa untuk berkompetisi secara ketat dengan perusahaan surveyor dari negara-negara Aseam lainnya.

Bagi Marzuki, yang dibutuhkan PT. Sucofindo (Persero) dan PT. Surveyor Indonesia (Persero) bukan proteksi, karena ketika dibuka AEC 2015 otomatis proteksi tidak akan bisa diberlakukan. Namun yang penting adalah political will agar perusahaan surveyor itu bisa menghadapi persaingan dengan perusahaan-perusahaan surveyor sejenis dari Singapura, Malaysia dan Thailand.

Menghadapi masa sisa waktu pemberlakukan AEC 2015 ini, Marzuki Usman juga menyarankan agar pemerintah membenahi dengan cepat seluruh sektor industri di masyarakat, termasuk industri verifikasi. Namun ia mengingatkan, pembenahan itu tentunya lebih ditekankan pada upaya memperkuat industri verifikasi di tanah agar bisa bersaing dengan perusahaan sejenis dari negara-negara ASEAN lainnya.

Marzuki juga menekankan, pentingnya pemerintah untuk segera menerbitkan standarisasi sebanyak-banyak terhadap produk yang akan boleh diekspor atau diimpor ke tanah air, sehingga akan memperkuat produk dalam negeri dalam bersaing dengan produk sesama dari negara-negara ASEAN.

"Di bidang pertaniannya, misalnya, kita harus memiliki standardisasi yang kuat agar produk kita tidak kalah dengan Thailand," ujar Marzuki seraya menyebutkan, masih banyak kekayaan sumber daya alam dan kreativitas anak bangsa yang belum disertifikasi. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA