Kritik Fahri ke Mega Bermanfaat Jika Disertai Data

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Rabu, 26 Maret 2014, 14:51 WIB
Kritik Fahri ke Mega Bermanfaat Jika Disertai Data
mega dan jokowi/net
rmol news logo . Kritik kepada partai politik atau capres dalam masa kampanye merupakan hal yang lumrah. Tak terkecuali kritikan yang disampaikan Wakil Sekjen PKS Fahri Hamzah kepada PDI Perjuangan dan terkait kebijakan pemerintah saat dipimpin Megawati Soekarnoputri.

Pengamat pemilu dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin, mengatakan, kritik adalah cara bagi untuk menunjukan adanya perbedaan dengan parpol dan capres yang lain. Berdasarkan kritik itulah pemilih dapat mengindentifikasi perbedaan-perbedaan diantara parpol atau para capres guna dijadikan sebagai dasar pertimbangan untuk memilih.

"Jika sebelum pemilu ada temuan atau beredar suatu informasi tentang rekam jejak calon yang menunjukan kebobrokan dari calon tersebut, itu justru bermanfaat bagi masyarakat," ujar Direktur Sigma ini saat dihubungi, Jakarta, Rabu (26/3).

Menurut Said, dengan mengetahui lebih awal rekam jejak calon, maka pemilih bisa menghindari untuk memilih calon yang bermasalah, apalagi jika dia adalah seorang calon presiden.

"Namun kritik yang disampaikan haruslah disertai dengan data dan fakta. Sepanjang kritik itu dapat dipertanggungjawabkan, maka tidak serta merta bisa dikatakan bahwa parpol atau capres yang melempar kritik tersebut telah melakukan black campaign terhadap pesaing politiknya," imbuhnya.

Said menjelaskan, kritik adalah ciri negara demokrasi, sehingga tidak boleh dibatasi apalagi dilarang-larang. Yang tidak boleh dilakukan itu adalah menghina dan menghasut, termasuk agama, suku, ras dan golongan dari capres lain.

Ia menambahkan, jika kritik yang disampaikan Fahri terhadap PDIP tersebut benar dan ada datanya, hal itu akan bermanfaat bagi pemilih dalam Pemilu 2014 mendatang. Sehingga pemilih betul-betul teliti dan mengetahui track record masing-masing parpol atau capres.

"Sepanjang apa yang disampaikan kepada publik adalah suatu fakta, itu bisa bermanfaat untuk menjadi informasi tambahan bagi pemilih," pungkas Said.

Sebelumnya Fahri Hamzah menyindir Megawati Soekarnoputri dan PDIP lewat akun twitter @Fahrihamzah dengan hastag #MelawanLupa. Tujuh twit Fahri Hamzah mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah saat dipimpin Presiden Megawati, mulai dari penjualan satelit ke Singapura melalui Indosat, sampai menggunakan umpan "Si Kotak-kotak atau Jokowi" untuk mengatrol suara dalam Pemilu 2014 ini.

Berikut ketujuh twit yang dituliskan Fahri Hamzah;

1. Dulu kau jual satelit negara kami ke Singapura melalui jualan Indosat dengan murah.#MelawanLupa
2. Dulu kau jual aset-aset kami yang dikelola BPPN dengan murah (hanya 30persen nilainya) ke asing.#MelawanLupa
3. Dulu kau jual kapal tanker VLCC milik Pertamina lalu Pertamina kau paksa sewa kapal VLCC dengan mahal. #MelawanLupa
4. Dulu kau jual gas Tangguh dengan murah (banting harga) ke China (hanya USD 3 per MMBTU). #MelawanLupa
5. Sekarang, kau ngomong lagi soal nasionalisme, setelah kader-kader kau banyak yang korup.#MelawanLupa
6. Dan sekarang, untuk mengkatrol suaramu yang terpuruk, kini kau umpankan si "Kotak2". #MelawanLupa
7. Semoga saja, rakyat kini tak lagi terbuai oleh janji-janji manis-mu...#MelawanLupa. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA