KEDAULATAN PANGAN

Gita Wirjawan: Reformasi Agraria sebuah Keharusan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Selasa, 25 Maret 2014, 08:12 WIB
Gita Wirjawan: Reformasi Agraria sebuah Keharusan
gita wirjawan/net
rmol news logo Di arena Konvensi Demokrat, Gita Wirjawan dikenal sebagai peserta Konvensi yang getol menyuarakan arti penting reformasi agraria demi menciptakan kedaulatan pangan dalam negeri. Sikap Gita berkaitan dengan reformasi agraria ini lahir dari pergulatan batin dirinya mengenai upaya mengangkat harkat hidup kaum marhaen yang selama ini terpinggirkan.

"Bagi saya rakyat petani kita itulah yang selama ini selalu terpinggirkan dan tidak mampu keluar dari belenggu kemiskinan. Mereka harus berdaulat dan pemerintah harus bisa memberikan jaminan," ujar Gita Wirjawan di Jakarta, Selasa pagi (25/3).

Saat menjabat Menteri Perdagangan, sebelum mengundurkan diri untuk fokus dalam proses politik sebagai kandidat calon presiden, Gita mengaku mendapat banyak pelajaran berharga terkait kondisi petani dan sektor pertanian.

"Saya sadar dalam kapasitas yang terbatas waktu itu, saya merasakan bagaimana memprihatinkan sektor pertanian kita yang sulit berproduksi sehingga harus memilih jalan impor," kata Gita lagi.

Gita juga mengatakan dirinya merasa miris melihat kondisi ini dimana petani tidak mampu berdaya dan menjadi tulang punggung penyediaan pangan dalam negeri padahal Indonesia dikenal sebagai negara agraris.

"Ini catatan penting dan serius untuk dibenahi dan pilihannya adalah reformasi agraria. Ini saya suarakan terus dimana-mana," kata Gita yang juga alumnus Harvard University, Amerika Serikat, itu. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA