Sejauh ini kalangan terdekat Megawati Soekarnoputri telah sepakat bahwa sebaik-baik tokoh yang disandingkan dengan Jokowi adalah yang memiliki pengalaman di bidang ekonomi dan pembangunan, selain juga memiliki pengalaman dalam berdialog dengan negara-negara sahabat. Tokoh yang seperti itu dipercaya dapat melengkapi pemerintahan Jokowi nanti.
Sejauh ini ada beberapa tokoh yang memiliki pengalaman di bidang ekonomi yang sedang dikaji dan diuji. Informasi yang dikumpulkan mengatakan bahwa nama Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Direktur Operasional Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati pun termasuk dalam daftar yang sedang diteliti itu.
Tetapi peluang HR maupun SMI tampaknya semakin tipis.
HR selama ini dianggap memiliki hubungan baik dengan keluarga di Jalan Teuku Umar nomor 27-29 itu. Namun, setelah Taufiq Kiemas meninggal dunia tahun lalu, hubungan itu merenggang. Belum lagi, kalangan dekat Megawati sulit menemukan perbedaan antara HR dengan besannya, SBY.
Lain lagi dengan SMI. Mantan Menteri Keuangan ini punya jaringan kuat di lingkaran Megawati. Kawan-kawannya ini dapat sedikit banyak meyakinkan Mega bahwa SMI adalah figur yang pantas diperhitungkan mengingat pengalamannya di sektor perekonomian dan koneksinya dengan lembaga-lembaga keuangan internasional.
Tetapi, ada satu hal yang menjadi semacam kerikil besar di dalam sepatu manakala nama SMI ditimbang-timbang, yakni hubungan SMI dengan megaskandal danatalangan Bank Century.
SMI dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab untuk danatalangan sebesar Rp 6,7 triliun yang disuntikkan kepada Bank Century. SMI adalah Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang memutuskan pengucuran
bailout.
Kalangan internal partai banteng bermoncong putih tentu tak mau pemerintahan Jokowi bernasib sama dengan pemerintahan SBY-Boediono yang sepanjang lima tahun selalu "diganggu" megakasus ini.
Bila nama HR dan SMI akhirnya dicoret, maka daftar calon pendamping Jokowi akan semakin pendek.
Wallahualam.
[dem]
BERITA TERKAIT: