PDI Perjuangan Tunjukkan Sikap Seperti Partai yang Arogan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 15 Maret 2014, 11:11 WIB
PDI Perjuangan Tunjukkan Sikap Seperti Partai yang Arogan
pdip/net
rmol news logo . PDI Perjuangan telah bersikap arogan karena menilai demonstrasi yang dilakukan Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis lalu (13/3) disinyalir ditunggangi kepentingan politik untuk menghancurkan kredibilitas dan elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

"Tidak benar itu. Ditunggangi apanya? Lah, sudah jelas-jelas pemberitaan di media cetak, online dan televisi menyebutkan bahwa pembelian busway sebesar kurang lebih Rp1, 5 trilliun itu ada masalah. Bayangkan, kondisi bus yang baru dibeli sudah berkarat dan rusak. Apa itu pantas?" kata Koordinator Presidium Kamerad, Haris Pertama, beberapa saat lalu (Sabtu, 15/3).

Haris pun menantang PDI Perjuangan untuk mengecek siapa yang bermain proyek dalam lelang pengadaan 565 bus TransJakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) di Dinas Perhubungan DKI itu, dan mengumumkan hasilnya kepada publik. Ia menilai, tudingan PDI-Perjuangan yang mengaitkan demo organisasinya dengan politik, menunjukkan sikap seperti partai yang arogan.

"Kalau merasa benar, buktikan dong kalau dia (Jokowi) bersih. Jangan sedikit-sedikit jika ada yang kritik Jokowi, dibilang pengrusakan citra," tegasnya.

Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD DKI Jakarta Syahrial mengatakan kalau demo Kamerad yang menuntut agar Jokowi dan Micheal Bimo Putranto ditangkap dan diadili karena diduga terlibat skandal lelang pengadaan 656 bus TransJakarta dan BKTB di Dishub ditunggangi kepentingan politik. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA