Polisi dari kota Bareilly menyebut bahwa mereka menggunakan aplikasi tersebut untuk mengirim foto dan pengumuman tentang hilangnya anak tersebut ke sejumlah telepon genggam di wilayah tersebut.
"Kami menggunakan berbagai cara untuk mengumumkan cerita anak laki-laki itu. Kami mencetak pamflet dan menempelkan di seluruh Bareilly. Kami meng-upload salinan digital poster ke WhatsApp dan mengirimkannya ke pesan berantai," kata politisi senior SP Singh seperti dilansir
BBC pada Kamis (6/3).
Pesan berantai yang dikirim via WhatsApp tersebut secara kebetulan diterima oleh seorang pria yang tengah menaiki kereta. Ia langsung mengenali seorang anak laki-laki yang duduk didekatnya dan menghubungi polisi.
"Secara kebetulan, pesan tersebut didapatkan oleh orang yang tepat," lanjutnya.
"Pesan tersebut diterima oleh Daanish yang naik kereta Doon Express dari kota Moradabad. Ia mengenali anak laki-laki tersebut dari fotonya," ucapnya.
Ayah sang anak, Paramjit Singh, menyebut bahwa anaknya meninggalkan rumah pada Minggu pagi untuk bermain sepeda, namun tak kunjung kembali ke rumah.
"Kami menghubungi semua kerabat dan teman, tapi tidak bisa menemukan jejaknya. Jadi kami pergi meminta bantuan ke polisi," katanya.
Belum jelas bagaimana kemudian anak laki-laki tersebut dapat berada di dalam kereta. Polisi masih menginvestigasi kasus tersebut.
India merupakan negara yang memiliki lebih dari 900 juta pengguna telepon genggam. Sedangkan WhatsApp merupakan aplikasi yang paling popular di India.
Aplikasi tersebut telah digunakan lebih dari 400 juta orang secara global setiap bulannya. WhatsApp baru-baru ini telah resmi dibeli oleh jaringan sosial Facebook dengan nilai US$19 miliar.
Pemanfaatan jaringan sosial untuk mencari orang yang hilang bukan baru kali ini dilakukan di India.
Bulan lalu, seorang anak laki-laki 11 tahun di Uttar Pradesh ditemukan di stasiun Delhi setelah keluarganya mempublikasikan foto serta pengumuman kehilangan di Facebook dan WhatsApp.
[ald]
BERITA TERKAIT: