Karena itu, Ketua Umum PAN, Hatta Radjasa, yakin partainya masih banyak dipilih oleh warga Muhammadiyah. Hal ini karena dua alasan, yaitu faktor kesejarahan dan hasil survei tentang pilihan partai politik yang diminati anggota organisasi massa besar tersebut.
Hatta menekankan PAN adalah partai yang lahir dari pilar yang salah satunya adalah Muhammadiyah, selain Majelis Amanat Rakyat (MARA). Karena itu, PAN merasa sangat dekat Muhammadiyah.
MARA adalah organisasi massa yang didirikan beberapa orang, antara lain Amien Rais. Organisasi itu didirikan pada saat bergulirnya reformasi terhadap tatanan politik yang ada, yang sebelumnya dikendalikan rejim Orde Baru. Saat itu, Amien merupakan Ketua Umum Muhammadiyah.
"Kalau dilihat dari survei juga, warga Muhammadiyah, paling tinggi menjatuhkan pilihannya kepada Partai Amanat Nasional," ujar Hatta, sambil mengatakan ia bisa menghargai sikap resmi organisasi Muhammadiyah yang menyatakan ada jarak dengan semua partai politik, termasuk dengan PAN.
"Hanya saja, faktor kesejarahan dan hubungan psikologis yang ada dengan Muhammadiyah, sebaiknya juga diterima semua pihak. Saya yakin warga Muhammadiyah menjadikan PAN dalam urutan pertama sebagai penyalur aspirasi politiknya," tuturnya.
Hatta pun menekankan lagi bahwa PAN merupakan partai inklusif, dan bukan eksklusif yang tertutup untuk semua kalangan masyarakat. PAN bukanlah partai politik yang suka memilah-milah siapa warga masyarakat yang bisa dekat dengannya.
"PAN menjadi partai bagi siapa saja tidak memandang latar belakang suku dan agama. Sehingga, kita betul-betul menjadi tempat bagi seluruh warga masyarakat, apapun latar belakangnya," tegas Hatta dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 6/2).
Dihubungi terpisah, Wasekjen PAN Teguh Juwarno, menyatakan pihaknya selalu menjalin hubungan yang baik dengan Muhammadiyah. Banyak hal yang sudah dilakukan agar PAN menjadi pilihan utama warga Muhammadiyah.
"Tentu saja kita harus membangun komunikasi dan silaturahim yang lebih intim. Cita-cita PAN menjadi miniatur Indonesia, dengan segala keragamannya," ujar Teguh.
[ysa]
BERITA TERKAIT: