Militansi Kader dan Sosok Hatta Rajasa Jadi Alasan PAN Yakin Raih 6 Persen Suara Lebih

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 05 Maret 2014, 15:41 WIB
Militansi Kader dan Sosok Hatta Rajasa Jadi Alasan PAN Yakin Raih 6 Persen Suara Lebih
ilustrasi/net
rmol news logo . Saat ini, gerakan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk merangkul semua kalangan dan segmen masyarakat sudah diterima dengan baik. Karena itu PAN yakin bisa meraih suara lebih banyak dibandingkan dengan Pemilu 2009 lalu, yang meraih 6 persen suara.

"Kami merasa optimis bahwa tekad untuk meraih hasil yang lebih baik dibanding Pemilu 2009 akan bisa diwujudkan. Dengan target satu dapil satu kursi diharapkan bisa diraih," kata Wasekjen PAN, Teguh Juwarno, dalam keterangan di gedung DPR, Komplek Parlemen, Senatan, Jakarta (Rabu, 5/3).

Keyakinan Teguh ini didasari komitmen kader dan caleg yang bekerja keras di semua tingkatan. Dan untungnya, tidak ada kader yang menjadi perhatian publik karena kasus etika maupun korupsi.

"Dari indikator berbagai survei menjukkan kecenderungan yang terus meningkat. Semoga situasi ini bisa terus kami pertahankan hingga April nanti," kata dia.
Hal lain yang membuat PAN optimis, lanjut Teguh, dukungan terhadap PAN yang datang dari berbagai kalangan semakin melus. Dukungan itu datang. baik dari masyarakat kelas bawah, sampai kelompok menengah.

"Baik Muslim maupun non Muslim. Ini sejalan dengan keinginan PAN untuk menjadik partai reformis yang merupakan miniatur Indonesia. Dimana PAN menjadi pilihan utama," tegasnya.

Di sisi lain, lanjutnya, PAN juga memiliki Ketua Umum Hatta Radjasa, yang merupakan sosok yang tidak punya persoalan mendasar terkait integritas. Bahkan Menko Perekonomian itu dianggap memiliki kelebihan soal kapabilitas dan pengalaman di kabinet sebagai menteri di empat bidang berbeda.

"Memang dibanding beberapa figur capres lain, beliau masih kalah dalam survei-survei. Namun ini disebabkan karena dia selama ini lebih mendahulukan tugas negara sebagai Menko Perekonomian dengan sebaik-baiknya," demikian Teguh. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA