Alasannya, setelah pada tahun lalu hasil surveinya menunjukkan elektabilitas Partai Demokrat hanya 8,3 persen yang kemudian dijadikan alat untuk merongrong Anas Urbaningrum saat masih menjabat Ketua Umum, kini hasil survei SMRC menunjukkan elektabilitas partai itu menggembirakan berada di urutan ketiga dengan tingkat keterpilihan sekitar 10 persen saat hasil survei lembaga lain menempatkan partai itu masih terpuruk bahkan di bawah 5 persen.
Tudingan bekas loyalis Anas Urbaningrum, Tri Dianto itu dibantah CEO SMRC Grace Natalie, yang dihubungi
Rakyat Merdeka Online petang ini (Senin, 3/3). (Baca:
Ingat, Dulu Hasil Survei SMRC yang Dijadikan Alat untuk Jatuhkan Anas)
"SMRC selalu menjunjung tinggi kaidah keilmuan dalam semua kegiatan survei. Boleh dicek dan kami siap membuktikan secara akademis," tegas Grace Natalie.
Bekas presenter
TvOne ini pun mendedahkan buktinya. "Setelah rilis SMRC tahun lalu yang menunjukkan elektabilitas turun drastis, lembaga survei lain menemukan hal yang sama," tandas Grace Natalie.
Sementara itu, terkait pernyatan SBY bahwa Partai Demokrat saat ini berada di peringkat ketiga dengan elektabilitas sekitar 10 persen, sebelumnya Grace Natalie sudah membantah bahwa dia pernah membenarkan atau menampik hasil surveinya yang dirujuk Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu. (Baca:
SMRC: Demokrat dan Gerindra Salip-salipan)
"Saya belum pernah bilang itu survei SMRC atau bukan. Harusnya tanya (ke) Pak SBY. Kan beliau yang bikin
statement," tegas Grace Natalie.
[zul]
BERITA TERKAIT: