Hati-hati dengan Pemimpin yang Banyak Gunakan Jargon Agama!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 03 Maret 2014, 09:13 WIB
Hati-hati dengan Pemimpin yang Banyak Gunakan Jargon Agama<i>!</i>
ilustrasi/net
rmol news logo . Ada pelajaran penting dalam kasus Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang disebut dan dituduh membisniskan sertifikat halal.

Demikian disampaikan pendiri Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang punya perhatian khusus pada wacana keagamaan dan demokrasi, Denny JA, dalam akun twitternya @DennyJA_WORLD, pagi ini (Senin, 3/3).

"Kita harus lebih hati-hati dengan pemimpin yang banyak menggunakan jargon agama untuk ruang publik," kata Denny JA, yang belakangan terkenal dengan gerakan Indonesia Tanpa Diskriminasi-nya.

Denny mengingatkan, bila agama masuk ke bisnis maka ia akan terkena permainan bisnis yang merusak sendi agama. Pun demikian, bila agama masuk ke politik, permainan politik juga bisa merusak kesucian ajaran agama itu.

Soal MUI, Denny punya pandangan. Katanya, MUI harus dibersihkan dari bisnis dan murni berperan soal syariah Islam saja. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA