Denny JA: Ironi Bila MUI Terlibat Membisniskan Sertifikat Halal

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 03 Maret 2014, 08:32 WIB
Denny JA: Ironi Bila MUI Terlibat Membisniskan Sertifikat Halal
denny ja/net
rmol news logo . Majelis Ulama Indonesia (MUI) kini menghadapi tuduhan serius. Editorial salah satu harian nasional menyebut bahwa petinggi MUI menerima hadiah Rp 850 miliar sertifikasi halal di Australia.

Terkait tuduhan ini, cendekiawan Denny JA pun punya pandangan. Katanya, MUI harus dibersihkan dari bisnis dan murni berperan soal syariah Islam saja.

Denny mengingatkan, bila agama masuk ke bisnis maka ia akan terkena permainan bisnis yang merusak sendi agama. Pun demikian, bila agama masuk ke politik, permainan politik juga bisa merusak kesucian ajaran agama itu.

"Akan menjadi ironi, jika MUI vokal soal moral Islam tapi terlibat membisniskan sertifikat halal," kata Denny JA, pendiri Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), yang punya perhatian khusus pada wacana keagamaan dan demokrasi, dalam akun twitter-nya @DennyJA_WORLD, pagi ini (Senin, 3/3).

Denny pun mengutip pemberitaan yang menyebutkan ada agen tunggal MUI yang leluasa mencampurkan daging halal dan non-halal. MUI dalam hal ini benar-benar teledor. Apalagi disebutkan juga, ada pimpinan MUI yang menerima suap.

"Jika MUI saja sudah korup, apalagi yang bisa dipercaya di republik ini?" tanya Denny JA. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA