"Siapapun tidak boleh menghalangi perjuangan untuk meningkatkan harkat dan martabatnya," kata Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, saat menghadiri peringatan Hari Pekerja Indonesia dan HUT ke-41 Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Istora Senayan, Jakarta (Selasa, 25/2).
Karena itu, tegas Priyo, bila harus memilh maka ia akan memilih kepentingan buruh dibandingkan dengan kepentingan pengusaha. Dan hal ini buktikan bila ada aktivisi buruh yang ditahan, maka ia langsung segera menelepon pimpinan Polri agar membebaskannya.
Ketua DPP Golkar ini menjelaskan, reformasi telah memberi peluang lebih luas kepada buruh dan pekerja untuk menyampaikan tuntutan yang tidak boleh dihalangi. Namun, saat ini, pihaknya juga mencatat dan menyaksikan berbagai problem dan konflik yang terjadi dalam hubungan industrial justru semakin membludak seperti upah murah dan outsourcing.
Dalam memperjuangkan penyelesaian berbagai permasalahan itu, Priyo meminta setiap elemen buruh untuk bersatu. Sebab kalau semua organisasi buruh bersatu, tidak mungkin bisa dikalahkan siapa pun.
"Tapi kalau tidak bersatu dan hanya menunjukan egosentris saja, saya ingin beritahu gerakan buruh akan tamat," tegas Priyo, yang belakangan disebut sebagai cawapres paling potensial.
[ysa]
BERITA TERKAIT: