KAMMI Kecam Investor Politik yang Mau Memecahbelah Gerakan Mahasiswa di 2014

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 21 Februari 2014, 15:08 WIB
KAMMI Kecam Investor Politik yang Mau Memecahbelah Gerakan Mahasiswa di 2014
ilustrasi/net
rmol news logo . Penyerbuan oleh sekelompok orang dengan motif penguasaan aset sekretariat gerakan pemuda dan mahasiswa merupakan adalah ancaman bagi seluruh gerakan mahasiswa dan pemuda.

Demikian disampaikan Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Andriayana, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 21/2), terkait dengan aksi dari sekelompok orang yang menyerbu Markas Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) dan Pelajar Islam Indonesia (PII) di Jalan Menteng Raya 58 Jakarta Pusat.

"KAMMI mengecam penyerbuan Menteng 58 dan meminta polisi segera menangkap pelaku dan aktor penggerak maupun investor politik di balik penyerbuan ini," ungkap Andriyana.

Menurut Andriyana, penyerbuan pada sekretariat GPII dan PII ini adalah titik temu kepentingan bisnis dan kepentingan politik 2014. Ada dugaan kuat, berdasarkan informasi lapangan, bahwa pertemuan investor, politisi dan operator aktivis dilakukan beberapa kali di dalam dan luar negri untuk memecahbelah gerakan pemuda dan mahasiswa yang kini terjadi.  Tujuannya adalah memecah konsentrasi gerakan mahasiswa dalam mengawal transisi demokrasi Indonesia.

"Pemecahbelahan gerakan mahasiswa adalah upaya agar para oligar pengusaha hitam bisa melanjutkan status quo mereka dengan membajak Pemilu 2014," ujar Andriyana, sambil berharap gerakan pemuda dan mahasiswa bisa kembali membangun solidaritas dan persatuan sehingga bisa dengan efektif mengawal Pemilu 2014 sehingga kepengtingan bangsa dan rakyat yang menjadi pemenang. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA