"Saya yakin TNI AL sudah melakukan
research dan uji sejarah untuk memilih nama," kata anggota Komisi I dari Fraksi Hanura, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 7/2).
Karena itu, Susaningtyas meminta pemerintah untuk tetap mempertahankan nama KRI Usman Harun. Pemerintah tak perlu mengubah nama kapal itu karena keprihatian Singapura.
"Sebagai negara yang berdaulat, kita harus teguh dalam pendirian. Termasuk dalam memberi nama KRI," tegas Nuning, begitu Susaningtyas disapa.
Pemerintah Singapura prihatin dengan rencana Indonesia untuk menamai kapal angkatan lautnya dengan nama KRI Usman Harun. Sebab nama tersebut merupakan salah satu dari dua tentara AL yang dihukum mati atas peledakan kompleks kantor di Singapura pada tahun 1960-an silam.
[ysa]
BERITA TERKAIT: