"Menang 70 persen ditafsirkan secara poltik kenegaraan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia memang telah menyerahkan kepercayaan sepenuhnya pada PDI Perjuangan untuk menjalankan pemerintahan sendiri," kata salah seorang inisiator Kader dan Simpatisan PDI Perjuangan Pro-Jokowi, Fahmi Alhabsy, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 5/2).
Bila tidak sampai 70 persen kemenangan PDI Perjuangan, lanjut Fahmi, berarti pemilih berpesan kepada PDI Perjuangan untuk menjalin komunikasi dengan elemen politik lainnya. Pesan itu juga menunjukkan bahwa PDI Perjuangan harus bersama-sama dengan elemen lainnya untuk menjalankan pemerintahan sesuai harapan dan cita-cita
founding father bangsa ini.
"Sebaiknya mimpi di siang bolong ini jangan terlalu dipaksakan karena menyangkut mengurus 220 juta rakyat Indonesia yang sedang terpuruk karena azab korupsi yang luar biasa," ujar aktivis UI 98 ini.
Fahmi pun menyarankan sebaiknya PDI Perjuangan fokus dulu mencapreskan Jokowi saja sesuai harapan publik yang begitu tinggi agar bisa menang telak 70 persen itu. Dan bila demikian, maka skenario Jokowi-Puan dapat terwujud tanpa ada sinisme dari publik dan rakyat.
"Dalam pesan orang tua kita dahulu dalam menjalankan kehidupan janganlah kita menilai diri kita melebihi harga kurs. Tak elok itu," demikian Fahmi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: