Padahal kesiapan Jokowi menjadi capres ini sangat penting bagi masyarakat umum untuk segera mengorganisir diri, bahu membahu dan bergotong royong untuk mendukung Gubernur DKI Jakarta itu. Hal ini juga penting untuk mengantisipasi segala potensi kecurangan Pileg dan Pilpres.
"Hari sudah siang, waktu semakin sempit. Banyak masyarakat awam, terutama s
wing voters yang mencapai 50 persen pemilih sering bertanya, apakah Jokowi mau menjadi capres? Banjir akan surut tapi dukungan terus menyemut," kata salah seorang inisiator Kader dan Simpatisan PDI Perjuangan Pro-Jokowi, Fahmi Alhabsyi, beberapa saat lalu (Senin, 3/2).
Kesiapan ini juga, lanjut Fahmi, menjadi penting karena publik menunggu pemimpin yang tegas dan percaya diri. Publik ingin sesuatu yang jelas dan lugas.
"Publik tentu tidak ingin dalam situasi seperti peribahasa Sunda
lalakina keukeuh hayangan, awewena keukeuh embungan. Artinya bertepuk sebelah tangan antara harapan rakyat dengan kesiapan Jokowi sendiri," tegas Fahmi, sambil mengatakan bahwa PDI Perjuangan Projo mendesak dan sekaligus selalu siap sedia mendukung Jokowi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: