"Saya membaca pengunduruan diri ini lebih pertimbangan politik, yakni gaya politik cuci tangan," kata Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ) M Riza Damanik kepada wartawan (Jumat, 31/1).
Riza mengatakan Gita hendak mengamankan diri dengan keluar dari kabinet. Gita sadar betul konsekuensi proses liberalisasi perdagangan yang telah dijalankannya seperti di sejumlah forum internasional APEC dan WTO terhadap Indonesia.
Riza menganalisis dengan mengundurkan diri Gita ingin mendapatkan dua "prestasi" yaitu mengamankan kepentingan negara maju dan mengamankan kepentingan perusahaan multinasional di Indonesia.
Menurut Riza, pertimbangan Gita mundur bukan karena pertimbangan etik. Sebab bila pertimbangannya etik maka seharusnya Gita tidak perlu mengikuti konvensi calon presiden dari Partai Demokrat.
"Karena secara etik, beliau telah disumpah untuk menjalankan tugasnya secara baik sebagai Mendag," katanya.
Ia juga berpendapat bahwa bila ingin mengikuti konvensi capres Partai Demokrat, maka sebelum mengikuti konvensi Gita seharusnya sudah mengumumkan pengunduran dirinya. Karena itu, Riza menegaskan bahwa pengunduran diri yang dilakukan Gita Wirjawan bukanlah suatu gaya kepemimpinan yang pantas untuk diteladani.
[dem]
BERITA TERKAIT: